Apa Itu Rekam Medis?

Rekam medis adalah dokumen penting dalam dunia perawatan kesehatan yang berperan sebagai penjaga informasi kesehatan pasien. Terdiri dari kumpulan data yang mencatat informasi tentang riwayat kesehatan seseorang, termasuk diagnosa, pengobatan, prosedur medis, hasil tes, dan catatan lain yang berhubungan dengan perawatan pasien. Tujuan utama dari rekam medis adalah untuk menjaga catatan yang akurat dan lengkap tentang perawatan pasien sehingga informasi tersebut dapat diakses oleh penyedia layanan kesehatan yang berwenang saat pasien memerlukan perawatan medis.

Pengertian Rekam Medis Elektronik

Rekam Medis Elektronik adalah sistem informasi digital yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses informasi medis pasien secara elektronik. EHR menggantikan tradisi catatan medis fisik yang disimpan dalam bentuk kertas dengan dokumen yang tersimpan dalam format digital. Perbedaan kedua dijelaskan lebih disini.

Menurut World Health Organization (WHO), Electronic Health Record (EHR) adalah catatan elektronik yang menyediakan informasi lengkap tentang sejarah kesehatan individu dan perawatan yang diberikan dalam suatu organisasi kesehatan. Mencakup data demografis pasien, riwayat medis, hasil pemeriksaan, diagnosa, pengobatan, serta informasi lain yang relevan.

Sedangkan sebagaimana tertuang didalam UU no. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, rekam medis elektronik adalah Rekam Medis yang dibuat dengan menggunakan sistem elektronik yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan Rekam Medis.

Sistem elektronik sendiri adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan atau menyebarkan informasi elektronik.

Sejarah Rekam Medis Elektronik

Inilah beberapa titik penting dalam sejarah evolusi rekam medis dalam penyimpanan dan dokumentasi informasi medis dari waktu ke waktu:

  • Sebelum Era Modern (Pra-Abad ke-19)

    Praktik pencatatan informasi medis telah ada selama ribuan tahun. Bangsa Mesir Kuno, misalnya, mencatat informasi medis dalam bentuk hieroglif pada gulungan papirus. Selain itu, beberapa budaya kuno juga menggunakan tablet tanah liat untuk mencatat informasi medis.

  • Abad ke-19

    Praktik pencatatan informasi medis secara tertulis mulai berkembang menjadi lebih sistematis. Rumah sakit dan fasilitas medis mulai mencatat informasi tentang pasien, termasuk diagnosa, pengobatan, dan hasil perawatan dalam catatan medis tertulis.

  • Abad ke-20 Awal

    Rekam medis sering disimpan dalam kartu indeks fisik yang memuat informasi pasien. Kartu indeks ini memudahkan pencarian dan pengelolaan informasi medis.

  • Abad ke-20 Pertengahan

    Kemunculannya teknologi komputer pada pertengahan abad ke-20, perawatan kesehatan mulai beralih ke penggunaan komputer untuk menyimpan dan mengelola rekam medis. Penggunaan sistem basis data elektronik dan komputer mainframe memungkinkan penyimpanan informasi medis dalam format digital.

  • Abad ke-20 Akhir

    Munculnya komputer pribadi dan teknologi informasi yang lebih terjangkau membawa perubahan besar dalam pengelolaan rekam medis. Meskipun masih banyak yang menggunakan catatan medis fisik, beberapa rumah sakit dan organisasi kesehatan mulai mengadopsi sistem rekam medis elektronik (EMR) awal.

  • Abad ke-21 Awal

    Penggunaan EMR semakin umum. Pemerintah dan badan regulasi kesehatan di berbagai negara mendorong adopsi EMR sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan perawatan pasien.

  • Abad ke-21 Pertengahan hingga Saat Ini

    EMR menjadi standar dalam banyak fasilitas kesehatan di seluruh dunia. Dengan teknologi yang semakin canggih termasuk integrasi kecerdasan buatan dan analitik data untuk mendukung perawatan kesehatan yang lebih baik. Hingga kini EMR menggantikan catatan medis fisik secara signifikan, memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mencatat, mengakses, dan berbagi informasi medis secara elektronik.

Perkembangan Rekam Medis Elektronik (EMR) di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan EMR di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Perubahan tersebut mencerminkan cara penyedia layanan kesehatan mengelola informasi medis. Data dari berbagai sumber menunjukkan tren positif dalam adopsi EMR. Hal ini berdampak positif pada efisiensi perawatan pasien dan kesadaran akan manfaat sistem EMR. Mari kita telusuri lebih lanjut perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir.

1. Peningkatan Penggunaan EHR oleh Dokter (2001-2011)

  • Awalnya, hanya 18% dokter yang menggunakan sistem EHR/EMR pada tahun 2001.
  • Kemudian, pada tahun 2011, penggunaan HER meningkat secara signifikan menjadi 57%.
  • Peningkatan ini menunjukkan adanya kesadaran yang meningkat di kalangan dokter tentang manfaat transformasi dari rekam medis manual ke elektronik.

2. Peningkatan Penggunaan Tablet untuk Mengakses HER (Tahun 2013 dan Setelahnya):

  • Pada tahun 2013, 72% dokter telah menggunakan tablet untuk mengakses EHR, menunjukkan adaptasi teknologi yang semakin pesat dalam penggunaan perangkat mobile.
  • Ini mencerminkan tren menuju mobilitas dalam pengelolaan informasi medis.

3. Munculnya Aplikasi Data Elektronik (Tahun-tahun Berikutnya)

  • Setelah tahun 2013, perkembangan EHR semakin pesat dengan munculnya banyak Aplikasi Data Elektronik yang digunakan oleh dokter dan klinik-klinik di Indonesia.
  • Salah satu contohnya adalah ehealth.co.id, yang merupakan salah satu aplikasi yang mendukung pengelolaan informasi kesehatan secara elektronik.

Dalam rangka mendukung perkembangan penggunaan Electronic Medical Records (EMR), pemerintah terus berupaya untuk melakukan inovasi dalam pengembangannya. Bahkan, EMR telah menjadi salah satu prioritas yang dikejar untuk dapat diakses oleh individu dan semua fasilitas kesehatan di Indonesia. EMR diharapkan akan menjadi terobosan penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien.

Kesimpulan

Seiring perkembangan teknologi, rekam medis telah berubah dari format fisik ke rekam medis elektronik yang memanfaatkan teknologi informasi modern. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi perawatan kesehatan. Di Indonesia penggunaan EHR membawa berbagai manfaat, termasuk efisiensi dalam pengelolaan data medis, peningkatan keselamatan pasien, dan kemampuan untuk mengakses informasi kesehatan dengan lebih cepat dan mudah. Pemerintah juga aktif berinovasi untuk meningkatkan penggunaan Electronic Medical Records (EMR) di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia, dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

Sekian pembahasan seputar sejarah rekam medis elektronik dan beberapa hal terkaitnya. Semoga bermanfaat! Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di:

Jadikan sistem operasional klinik Anda jadi jauh lebih efektif dengan Ehealth!