Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat semua aspek kehidupan mengalami perubahan menjadi semakin modern, termasuk di dunia kesehatan.

Salah satu teknologi yang membantu dunia kesehatan diterapkan pada rekam medis yang sudah banyak bermigrasi dalam bentuk digital. Dampaknya, proses pengolahan data pasien, dokter, obat dan hal lain yang berhubungan dengan bidang kesehatan menjadi lebih mudah serta bisa diakses secara real time.

Saat ini, fasilitas kesehatan mulai diwajibkan untuk menggunakan rekam medis elektronik dan diatur khusus melalui regulasi yang dikeluarkan pemerintah di bawah Kementerian Kesehatan yaitu Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

Proses Transisi Rekam Medis Manual ke Elektronik Paling Lambat 31 Desember 2023

Diterbitkannya Permenkes No 24 Tahun 2022 mewajibkan semua fasilitas kesehatan termasuk jenis pelayanan kesehatan praktek pribadi untuk menggunakan rekam medis elektronik. Kemenkes RI memberikan waktu kepada semua faskes selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2023 untuk melakukan migrasi ke sistem rekam medis elektronik.

Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) ini merupakan penyempurnaan dari Permenkes No. 208 Tahun 2008 yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebijakan, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, Menkes menghimbau penerapan pelayanan dengan menggunakan rekam medis elektronik harus mengedepankan keamanan dan kerahasiaan data.

Syarat Penerapan Teknologi Rekam Medis Elektronik Berkualitas

Membangun rekam medis elektronik yang berkualitas membutuhkan teknologi pendukung yang mumpuni. Untuk menyikapi aturan yang sudah berlaku, diperlukan pemilihan teknologi yang tepat agar penerapan rekam medis elektronik tetap bisa berjalan lancar tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan.

Lantas apa saja yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi rekam medis elektronik yang berkualitas?

1. Rekam Medis Elektronik Harus Aman

Rekam medis elektronik yang aman harus menyediakan hak akses sesuai kebutuhan masing–masing user. Rekam medis hanya bisa diakses melalui user dokter atau pimpinan saja, termasuk fungsi edit. Sedangkan bagian administrasi hanya mendapatkan akses di ranah keadministrasian saja.

2. Rekam Medis Elektronik Harus Informatif

Semua informasi yang dibutuhkan untuk keperluan pelayanan kesehatan harus disediakan secara lengkap pada rekam medis elektronik. Dengan begitu, proses pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan lancar dan tepat. Rekam medis biasanya menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planing).

3. Rekam Medis Elektronik Harus Efektif & Efisien

Rekam medis elektronik perlu menggunakan standar data agar lebih efektif dan efisien, misalnya standar data HL7-FHIR. Proses input data dalam rekam medis pun harus menggunakan standar kodifikasi internasional seperti ICD10.

4. Rekam Medis Elektronik Harus Bermutu

Rekam medis elektronik memungkinkan pelayanan kesehatan berlangsung lebih lebih cepat dan akurat, serta lebih mudah dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada pasien pun lebih bermutu.